Kiai Burhan Pacitan Tegaskan Pesantren Cetak Santri Terhormat dan Terpandang
Pengasuh Pondok Pesantren Al Fattah Kikil, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, KH Moch Burhanuddin HB mengatakan, santri juga akan mendapatkan kedudukan yang terhormat dan terpandang di masyarakat.
“Santri tidak hanya kita suruh-suruh di pesantren ini. Tidak hanya kita perintah-perintah, tidak hanya kita suruh roan dan bekerja saja,” ujarnya saat pembukaan kegiatan Madrasah Diniyah Islamiyah Asrama Putra dan Putri di pesantren setempat, Selasa (03/01/2023).
Kiai Burhan menyampaikan, santri di pesantren akan mendapatkan bekal lebih untuk menghadapi kehidupan yang berat dan penuh tantangan di masa yang akan datang. Oleh karenanya, pesantren memiliki jadwal yang padat dan berbeda dengan lembaga pendidikan yang lain.
“Harus kalian pahami bahwa ini semua adalah pembelajaran untuk menghadapi masa depan. Oleh sebab itu, kalian sangat beda sekali dibandingkan yang sekolah di luar,” imbuhnya.
Selanjutnya, dirinya menjelaskan proses pembelajaran di pesantren ibarat proses pengolahan atap genteng. Genteng itu jika ditaruh di atas selain menjadi peneduh juga akan menjadi tontonan banyak orang.
“Kalian itu ibaratnya genteng yang nanti akan kita taruh di atas dan menjadi tontonan orang banyak dan juga menjadi pelindung yang ada dibawahnya,” terangnya.
Dirinya mengatakan, santri harus taat dengan segala proses dan tahapan pendidikan di pesantren. Ibarat proses pembuatan genteng yang berasal dari tanah yang dicangkul, diinjak-injak, dicetak, dijemur, dan dibakar selama beberapa hari.
“Nah, setelah hasilnya baik baru dinaikkan dan dijual. Kalau sudah laku akan dipasang di atas rumah yang ditonton oleh banyak orang dan yang jelas genteng itu akan melindungi orang-orang di bawahnya. Itulah kalian, termasuk para pembimbing. Kalian akan dicetak seperti genteng, makanya jangan mengeluh dan jangan mengadu pada orang tua,” tegasnya.
Kiai Burhan juga mengingatkan, santri harus menikmati dan menjalankan program kegiatan yang sudah dijadwalkan walaupun itu padat dan melelahkan.
“Entah kalian bisa memahami atau tidak yang terpenting adalah mentaati peraturan yang ada. Insyaallah kalau taat, maka hasilnya akan menggembirakan,” pungkasnya.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Ketua Yayasan Tekankan Pentingnya Menjaga Amanah Wali Santri Dalam Membimbing Santrl
Sabtu, 15 Agustus 2026 — Ketua Yayasan, KH. Hammam Fathulloh, menyampaikan pesan penting kepada seluruh keluarga besar Madrasah Aliyah Pembangunan agar senantiasa menjaga amanah y
PAC Muslimat NU Arjosari Gelar Santunan 120 Anak Yatim pada Peringatan 10 Muharram
Pacitan – Dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 H, Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, kembali menggelar kegiatan santunan bagi anak
Wujudkan Kemandirian Ekonomi, Pesantren Alfattah Kikil Kembangkan AMDK Fattahie Water melalui Program OPOP
KIKIL – Upaya mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren terus dilakukan oleh Pesantren Alfattah Kikil melalui program One Pesantren One Product (OPOP). Salah satu langkah nyata yan
Semarak Parade Takbir Keliling Iduladha, Ponpes Alfattah Kikil Meriahkan Arjosari
Arjosari, Pacitan — Pondok Pesantren Alfattah Kikil menggelar kegiatan Parade Takbir Keliling dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447H. Kegiatan tersebut berlangsung meriah
Pesantren Al Fattah Kikil Gelar Tarling dan Takbir Keliling Idul Adha 1447H
Pada malam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, suasana penuh syiar dan kebersamaan tampak di lingkungan Pesantren Al Fattah Kikil. Kegiatan Tarling dan Takbir Keliling tahunan ya
